LAPORAN PERJALANAN PROGRAM “LAW AND CULTURE 2017” LEIPZIG, JERMAN

LAPORAN PERJALANAN PROGRAM “LAW AND CULTURE 2017” LEIPZIG, JERMAN

LAPORAN PERJALANAN PROGRAM “LAW AND CULTURE 2017” LEIPZIG, JERMAN

Program “Law and Culture 2017” ini merupakan program pertukaran pelajar yang di dukung oleh DAAD Jakarta dalam program kerjasama dengan universitas di negara berkembang (Indonesia) yaitu Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Jakarta, dan Universitat Leipzig sebagai tuan rumah. Program ini merupakan program tahunan yang dulunya bernama “Exploring Legal Culture” atau ELC, sedangkan “Law and Culture” ini merupakan program lanjutan di tahun kedua. Tahun ini, Fakultas Ilmu Sosial UNJ mengirimkan lima delegasi mahasiswa/i nya yang terdiri dari, Mohammad Roushan Dhamir (Sosiologi Pembangunan), Sarah Utami A.P (Hubungan Masyarakat), Nisrina Rizka A (Pendidikan Geografi), Nadia Susanti (Pendidikan Sejarah), Ikhsan Kurnia (Ilmu Agama Islam). Juga dua orang dosen yang terdiri dari, Heryanti Utami, MM.Par (Usaha Jasa Pariwisata), Khrisnamurti, M.Sc (Usaha Jasa Pariwisata). Dan satu orang koordinator yaitu, Dr. Kurniawati, M.Si (Pendidikan Sejarah). Kami berangkat menuju Leipzig, Jerman pada tanggal 14 Oktober 2017 melalui Terminal 2E Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 20:45 WIB, dan kembali ke Jakarta tanggal 25 Oktober 2017 pada pukul 17:05 WIB.

Kami menghabiskan waktu kurang lebih 12 hari dengan rangkaian kegiatan diantaranya, Opening Ceremony (disambut oleh Prof. Dr. Christoph Enders) dari Universitat Leipzig di tanggal 16 Oktober 2017, kemudian di hari kedua kami belajar mengenai Methods of Law dan Methods of Cultural Sociology dan masing – masing membandingkan sistem di kedua negara, di hari berikutnya diisi dengan seminar dari para researcher baik dari Jerman maupun Indonesia, kemudian di hari keempat kami diajarkan mengenai Academic Writing yaitu kegiatan menulis dengan format akademis, baik menggunakan format di Jerman maupun Indonesia. Kemudian di hari kelima kami diajak mengunjungi Federal Administrative Court ataupengadilan tinggi negeri di kota Leipzig, mempelajari perbedaan dan kesamaan hukum di kedua negara. Hari keenam, dimana kami diberikan waktu libur akhir pekan untuk sejenak menikmati Jerman dengan berkunjung ke kota Berlin. Dilanjutkan kembali di hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 dengan berdiskusi dengan mencoba metode “fishbowl” dimana diskusi ini mempunyai lingkaran besar yang mengelilingi lingkaran kecil di dalamnya sebagai “centre of discussion”. Hari kesembilan kami mengunjungi Juvenile Penal Institution atau penjara dimaksudkan untuk membandingkan sistem hukum antara Jerman-Indonesia. Dilanjutkan di hari kesepuluh dengan adanya refleksi atau review mengenai kegiatan – kegiatan yang sudah dijalankan selama berada di Leipzig ditambah malamnya diadakan farewell dinner. Dan di hari kesebelas di akhiri dengan perbincangan mengenai kedatangan ke Indonesia di bulan Desember dan di tambah official farewell dari pihak Universitat Leipzig.

30