Kunjungan Universitat Leipzig dan Workshop dalam acara Exploring Legal Culture (ELC)

Kunjungan Universitat Leipzig dan Workshop dalam acara Exploring Legal Culture (ELC)

 

FIS Media Center 24/08/2015, diselenggarakan acara Exploring Legal Culture di Gedung Sertifikasi Guru lantai 9, Universitas Negeri Jakarta. Acara ini merupakan sebuah rangkaian acara lanjutan setelah para peserta Exploring Legal Culture (ELC) berkunjung ke Universitat Leipzig di Jerman pada 18 – 29 Mei 2015 dan selanjutnya akan berkunjung ke Universitas Brawijaya pada 25 Agustus 2015 sebagai penutup rangkaian acara ini. Acara dimulai pukul 10 dengan sambutan pertama dari Prof. Monica WohlrabShar dari Universitat Leipzig yang menyatakan bahwa Ia sangat senang belajar berbagai aspek di Kota Jakarta. Selanjutnya, Ia berharap program studi banding seperti ini akan tetap berlangsung. “We are as the lecture just can make the program, but students can create something new and make experience” begitulah sebuah kutipan dari kata sambutan yang dibawakan oleh Prof. Monica WohlrabShar. Sambutan selanjutnya dibawakan oleh Bapak Ahmad sebagai perwakilan dari Universitas Negeri Jakarta yang menyatakan bahwa program Exploring Legal Culture (ELC) sangat baik untuk menjalin kerjasama Indonesia dengan Jerman. Beliau berkata “We must walk together and lets exchange experience for higher education”. Acara selanjutnya yaitu penampilan tradisional dari Betawi dan Sumatera Barat kemudian dilanjutkan oleh penyerahan souvenir yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta kepada peserta Exploring Legal Culture dan beberapa dosen yang ikut terlibat dalam acara ini. Acara dimulai kembali pukul 1 siang setelah adanya makan siang bersama. Workshop dengan narasumber KontraS (Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) dengan tema “Civil Society in State Human Right Politic: Subject or Object”. Workshop bersama KontraS membahas mengenai berbagai tindakan kejahatan, kekerasan dan kriminalitas yang terjadi di Indonesia sehingga hal-hal yang salah dapat berjalan lurus kembali serta perlu adanya edukasi dan sosisalisasi terhadap masyarakat agar tetap waspada dan kejadian yang sama tidak terulang kembali. Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan souvenir serta foto bersama. (dh)