{"id":2846,"date":"2026-05-06T20:44:51","date_gmt":"2026-05-06T13:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/?p=2846"},"modified":"2026-05-10T20:49:49","modified_gmt":"2026-05-10T13:49:49","slug":"menyusun-masa-depan-pendidikan-islam-prodi-pai-unj-matangkan-kurikulum-obe-sdgs-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/?p=2846","title":{"rendered":"Menyusun Masa Depan Pendidikan Islam: Prodi PAI UNJ Matangkan Kurikulum OBE-SDGs 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Perubahan zaman bergerak cepat. Dunia pendidikan pun dituntut tidak sekadar mengikuti arus, tetapi juga mampu menyiapkan generasi yang adaptif, moderat, inovatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Kesadaran itulah yang terasa kuat dalam kegiatan Pembahasan Kurikulum OBE-SDGs 2026 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UNJ yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026, mulai pukul 10.00 WIB, dan dihadiri oleh seluruh dosen PAI UNJ.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda administratif untuk penyusunan kurikulum. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk merumuskan arah baru pendidikan agama Islam yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas keilmuan dan nilai-nilai moderasi beragama.<\/p>\n\n\n\n<p>Diskusi diawali dengan pembahasan visi dan misi Program Studi PAI. Para dosen mendalami kembali arah pengembangan Prodi di tengah transformasi pendidikan, perkembangan teknologi digital, serta tantangan sosial keagamaan yang semakin kompleks. Dari pembahasan yang berlangsung dinamis dan mendalam, disepakati visi baru Program Studi PAI:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenjadi Program Studi Pendidikan Agama Islam yang unggul dan berdaya saing global dalam inovasi dan digitalisasi pembelajaran berorientasi moderasi beragama.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Visi tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa pendidikan Islam masa depan tidak cukup hanya kuat secara teoritis, tetapi juga harus inovatif, responsif terhadap teknologi, dan mampu membangun karakter keberagamaan yang moderat serta inklusif. Implementasi visi ini akan diperkuat melalui 4 pilar utama, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pembahasan kurikulum OBE-SDGs 2026, para dosen juga merumuskan sejumlah penyesuaian penting yang direncanakan mulai diterapkan pada Semester 125. Salah satu poin utama adalah pembatasan maksimal 20 SKS bagi mahasiswa semester 1 dan 2. Kebijakan ini dipandang penting agar mahasiswa baru memiliki ruang adaptasi yang lebih sehat sekaligus memperkuat fondasi akademik, spiritual, dan keterampilan belajar sejak awal perkuliahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, semester 5 diarahkan sebagai semester pengayaan profil lulusan. Pada fase ini, mahasiswa diberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan minat, kompetensi, dan pengalaman akademik melalui mata kuliah pilihan. Menariknya, mata kuliah pilihan tidak hanya berasal dari internal Prodi PAI, tetapi juga membuka peluang pembelajaran lintas program studi di lingkungan UNJ.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah tersebut menunjukkan arah baru dalam pendidikan tinggi yang lebih fleksibel dan kolaboratif. Mahasiswa tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima kurikulum yang kaku, tetapi sebagai pembelajar yang diberi ruang untuk membangun profil keilmuan sesuai dengan potensi dan kebutuhan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsekuensi dari perubahan struktur kurikulum tersebut adalah penyesuaian bobot beberapa mata kuliah, di antaranya Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta Fikih Ushul Fikih. Penyesuaian dilakukan bukan untuk mengurangi substansi keilmuan, melainkan untuk menciptakan distribusi pembelajaran yang lebih proporsional, efektif, dan relevan dengan capaian pembelajaran lulusan berbasis Outcome Based Education (OBE).<\/p>\n\n\n\n<p>Pembahasan kurikulum juga memperlihatkan komitmen Prodi PAI dalam mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDG\u2019s) ke dalam sistem pendidikan. Kurikulum OBE-SDGs diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga sensitivitas sosial, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan berkolaborasi, dan kesiapan menghadapi tantangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perspektif SDG, penguatan kurikulum ini selaras dengan SDG 4 tentang Quality Education melalui pengembangan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan inklusif. Selain itu, penguatan moderasi beragama dan kolaborasi lintas disiplin juga menjadi bagian penting dalam mendukung SDG 16 tentang Peace, Justice, and Strong Institutions melalui pembangunan budaya pendidikan yang toleran, dialogis, dan berorientasi pada perdamaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Rapat kurikulum ini menjadi penanda bahwa Prodi PAI UNJ sedang bergerak menuju transformasi pendidikan Islam yang lebih progresif. Sebab kurikulum sejatinya bukan sekadar daftar mata kuliah. Ia adalah arah perjalanan. Ia menentukan bagaimana mahasiswa dibentuk, nilai apa yang ditanamkan, dan masa depan seperti apa yang sedang dipersiapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, Prodi PAI UNJ memilih untuk tidak diam. Dengan semangat inovasi, digitalisasi, dan moderasi beragama, langkah-langkah baru mulai disusun hari ini untuk menyiapkan generasi pendidik Islam yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, kebijaksanaan, dan kemanusiaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan zaman bergerak cepat. Dunia pendidikan pun dituntut tidak sekadar mengikuti arus, tetapi juga mampu menyiapkan generasi yang adaptif, moderat, inovatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Kesadaran itulah yang terasa kuat dalam kegiatan Pembahasan Kurikulum OBE-SDGs 2026 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UNJ yang dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2026, mulai pukul 10.00 WIB, dan dihadiri oleh seluruh dosen PAI UNJ. Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda administratif untuk penyusunan kurikulum. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk merumuskan arah baru pendidikan agama Islam yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas keilmuan dan nilai-nilai moderasi beragama. Diskusi diawali dengan pembahasan visi dan misi Program Studi PAI. Para dosen mendalami kembali arah pengembangan Prodi di tengah transformasi pendidikan, perkembangan teknologi digital, serta tantangan sosial keagamaan yang semakin kompleks. Dari pembahasan yang berlangsung dinamis dan mendalam, disepakati visi baru Program Studi PAI: \u201cMenjadi Program Studi Pendidikan Agama Islam yang unggul dan berdaya saing global dalam inovasi dan digitalisasi pembelajaran berorientasi moderasi beragama.\u201d Visi tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa pendidikan Islam masa depan tidak cukup hanya kuat secara teoritis, tetapi juga harus inovatif, responsif terhadap teknologi, dan mampu membangun karakter keberagamaan yang moderat serta inklusif. Implementasi visi ini akan diperkuat melalui 4 pilar utama, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama strategis. Dalam pembahasan kurikulum OBE-SDGs 2026, para dosen juga merumuskan sejumlah penyesuaian penting yang direncanakan mulai diterapkan pada Semester 125. Salah satu poin utama adalah pembatasan maksimal 20 SKS bagi mahasiswa semester 1 dan 2. Kebijakan ini dipandang penting agar mahasiswa baru memiliki ruang adaptasi yang lebih sehat sekaligus memperkuat fondasi akademik, spiritual, dan keterampilan belajar sejak awal perkuliahan. Selain itu, semester 5 diarahkan sebagai semester pengayaan profil lulusan. Pada fase ini, mahasiswa diberikan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan minat, kompetensi, dan pengalaman akademik melalui mata kuliah pilihan. Menariknya, mata kuliah pilihan tidak hanya berasal dari internal Prodi PAI, tetapi juga membuka peluang pembelajaran lintas program studi di lingkungan UNJ. Langkah tersebut menunjukkan arah baru dalam pendidikan tinggi yang lebih fleksibel dan kolaboratif. Mahasiswa tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima kurikulum yang kaku, tetapi sebagai pembelajar yang diberi ruang untuk membangun profil keilmuan sesuai dengan potensi dan kebutuhan zaman. Konsekuensi dari perubahan struktur kurikulum tersebut adalah penyesuaian bobot beberapa mata kuliah, di antaranya Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta Fikih Ushul Fikih. Penyesuaian dilakukan bukan untuk mengurangi substansi keilmuan, melainkan untuk menciptakan distribusi pembelajaran yang lebih proporsional, efektif, dan relevan dengan capaian pembelajaran lulusan berbasis Outcome Based Education (OBE). Pembahasan kurikulum juga memperlihatkan komitmen Prodi PAI dalam mengintegrasikan Sustainable Development Goals (SDG\u2019s) ke dalam sistem pendidikan. Kurikulum OBE-SDGs diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga sensitivitas sosial, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan berkolaborasi, dan kesiapan menghadapi tantangan global. Dalam perspektif SDG, penguatan kurikulum ini selaras dengan SDG 4 tentang Quality Education melalui pengembangan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan inklusif. Selain itu, penguatan moderasi beragama dan kolaborasi lintas disiplin juga menjadi bagian penting dalam mendukung SDG 16 tentang Peace, Justice, and Strong Institutions melalui pembangunan budaya pendidikan yang toleran, dialogis, dan berorientasi pada perdamaian. Rapat kurikulum ini menjadi penanda bahwa Prodi PAI UNJ sedang bergerak menuju transformasi pendidikan Islam yang lebih progresif. Sebab kurikulum sejatinya bukan sekadar daftar mata kuliah. Ia adalah arah perjalanan. Ia menentukan bagaimana mahasiswa dibentuk, nilai apa yang ditanamkan, dan masa depan seperti apa yang sedang dipersiapkan. Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, Prodi PAI UNJ memilih untuk tidak diam. Dengan semangat inovasi, digitalisasi, dan moderasi beragama, langkah-langkah baru mulai disusun hari ini untuk menyiapkan generasi pendidik Islam yang mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, kebijaksanaan, dan kemanusiaan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-2846","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-quality-assurance"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2846","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2846"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2848,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2846\/revisions\/2848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2846"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2846"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2846"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}