{"id":2887,"date":"2026-06-30T12:10:37","date_gmt":"2026-06-30T05:10:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/?p=2887"},"modified":"2026-07-05T22:50:01","modified_gmt":"2026-07-05T15:50:01","slug":"pai-unj-dan-appki-hadirkan-forum-internasional-bahas-relasi-islam-dan-sains-perkuat-perspektif-global-calon-pendidik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/?p=2887","title":{"rendered":"PAI UNJ dan APPKI Hadirkan Forum Internasional Bahas Relasi Islam dan Sains, Perkuat Perspektif Global Calon Pendidik"},"content":{"rendered":"\n<p>Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Asosiasi Prodi Pendidikan Keagamaan Islam di Perguruan Tinggi Umum (APPKI) sukses menyelenggarakan Guest Lecture &amp; International Webinar bertajuk &#8220;Islam and Science: An Overview of the Field&#8221; pada Senin, 29 Juni 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut menghadirkan Dr. Shoaib Ahmed Malik dari University of Edinburgh, School of Divinity, dan dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal pelaksanaan, webinar ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Kuota Zoom yang disediakan panitia telah terpenuhi, sehingga sebagian peserta mengikuti kegiatan melalui siaran langsung di kanal YouTube Program Studi PAI UNJ. Peserta tidak hanya berasal dari sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta, tetapi juga dari berbagai Program Studi anggota APPKI, perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia, hingga peserta dari luar negeri. Keberagaman latar belakang peserta menunjukkan semakin luasnya jejaring akademik yang telah berhasil dibangun oleh Program Studi PAI UNJ melalui kolaborasi nasional dan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paparannya, Dr. Shoaib Ahmed Malik mengajak peserta untuk meninjau kembali hubungan antara Islam dan sains melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Ia menegaskan bahwa sains dan agama bukanlah dua entitas yang saling bertentangan, melainkan dua cara memahami realitas yang memiliki wilayah kajian berbeda namun saling melengkapi. Sains berperan dalam menjelaskan mekanisme alam melalui metode empiris, sedangkan agama memberikan fondasi mengenai makna, tujuan hidup, nilai-nilai etis, dan realitas metafisik. Dengan demikian, dialog antara keduanya seharusnya dibangun dalam semangat kolaborasi, bukan kompetisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu gagasan utama yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengembangkan kajian Islam dan sains. Menurut Malik, bidang ini tidak dapat dikembangkan hanya oleh ilmuwan atau ulama secara terpisah. Diperlukan sinergi antara ilmu-ilmu alam, filsafat, sejarah, teologi Islam, dan studi agama agar mampu menghasilkan pemahaman yang utuh terhadap berbagai persoalan kontemporer. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi intelektual Islam memiliki ruang yang sangat luas untuk berdialog dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, Malik mendorong umat Islam untuk terlibat secara aktif dan kritis dalam perkembangan sains tanpa harus meninggalkan kekayaan tradisi intelektual Islam klasik. Baginya, penguasaan ilmu pengetahuan modern dan penguatan nilai-nilai keislaman bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan, melainkan dua fondasi yang harus berjalan beriringan dalam membangun peradaban.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai forum yang diikuti oleh banyak mahasiswa Pendidikan Agama Islam, sesi akhir webinar ini memberikan perhatian khusus pada strategi pembelajaran bagi calon guru agama. Malik menekankan bahwa pendidik perlu memahami cara berpikir Generasi Z dan Alpha sebelum menyampaikan konsep-konsep teologis yang kompleks. Isu Islam dan sains dapat diperkenalkan melalui berbagai media yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti film fiksi ilmiah, anime, video game, maupun perkembangan teknologi digital. Pendekatan kontekstual tersebut diyakini mampu membangun pembelajaran agama yang lebih relevan, dialogis, dan bermakna bagi generasi masa kini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Program Studi PAI UNJ, gagasan tersebut sejalan dengan upaya pengembangan kurikulum yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga membekali calon guru agama dengan kemampuan berpikir kritis, literasi sains, komunikasi global, serta keterampilan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Webinar ini menjadi salah satu ruang akademik yang memperkuat visi tersebut melalui dialog langsung dengan para akademisi internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil evaluasi peserta menunjukkan respons yang sangat positif terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Secara umum, peserta menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat, narasumber mampu menyampaikan pembahasan secara sistematis, mendalam, dan mudah dipahami meskipun menggunakan bahasa Inggris, serta penyelenggaraan webinar berjalan dengan baik. Mayoritas peserta juga mengaku memperoleh perspektif baru mengenai hubungan Islam dan sains serta terinspirasi untuk mengembangkan kajian tersebut dalam pembelajaran maupun penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyelenggaraan webinar internasional ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Program Studi PAI UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pembelajaran berkualitas yang menghadirkan pakar internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi strategis antara PAI UNJ, APPKI, dan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, penguatan dialog antara agama dan sains juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam UNJ kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang tumbuhnya tradisi akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berwawasan internasional. Di tengah perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat, PAI UNJ terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga mampu menjembatani wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan dalam menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/shoaib-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2888\" srcset=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/shoaib-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/shoaib-300x225.jpg 300w, https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/shoaib-768x576.jpg 768w, https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/shoaib.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Asosiasi Prodi Pendidikan Keagamaan Islam di Perguruan Tinggi Umum (APPKI) sukses menyelenggarakan Guest Lecture &amp; International Webinar bertajuk &#8220;Islam and Science: An Overview of the Field&#8221; pada Senin, 29 Juni 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut menghadirkan Dr. Shoaib Ahmed Malik dari University of Edinburgh, School of Divinity, dan dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Sejak awal pelaksanaan, webinar ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Kuota Zoom yang disediakan panitia telah terpenuhi, sehingga sebagian peserta mengikuti kegiatan melalui siaran langsung di kanal YouTube Program Studi PAI UNJ. Peserta tidak hanya berasal dari sivitas akademika Universitas Negeri Jakarta, tetapi juga dari berbagai Program Studi anggota APPKI, perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia, hingga peserta dari luar negeri. Keberagaman latar belakang peserta menunjukkan semakin luasnya jejaring akademik yang telah berhasil dibangun oleh Program Studi PAI UNJ melalui kolaborasi nasional dan internasional. Dalam paparannya, Dr. Shoaib Ahmed Malik mengajak peserta untuk meninjau kembali hubungan antara Islam dan sains melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Ia menegaskan bahwa sains dan agama bukanlah dua entitas yang saling bertentangan, melainkan dua cara memahami realitas yang memiliki wilayah kajian berbeda namun saling melengkapi. Sains berperan dalam menjelaskan mekanisme alam melalui metode empiris, sedangkan agama memberikan fondasi mengenai makna, tujuan hidup, nilai-nilai etis, dan realitas metafisik. Dengan demikian, dialog antara keduanya seharusnya dibangun dalam semangat kolaborasi, bukan kompetisi. Salah satu gagasan utama yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengembangkan kajian Islam dan sains. Menurut Malik, bidang ini tidak dapat dikembangkan hanya oleh ilmuwan atau ulama secara terpisah. Diperlukan sinergi antara ilmu-ilmu alam, filsafat, sejarah, teologi Islam, dan studi agama agar mampu menghasilkan pemahaman yang utuh terhadap berbagai persoalan kontemporer. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi intelektual Islam memiliki ruang yang sangat luas untuk berdialog dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Lebih jauh, Malik mendorong umat Islam untuk terlibat secara aktif dan kritis dalam perkembangan sains tanpa harus meninggalkan kekayaan tradisi intelektual Islam klasik. Baginya, penguasaan ilmu pengetahuan modern dan penguatan nilai-nilai keislaman bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan, melainkan dua fondasi yang harus berjalan beriringan dalam membangun peradaban. Sebagai forum yang diikuti oleh banyak mahasiswa Pendidikan Agama Islam, sesi akhir webinar ini memberikan perhatian khusus pada strategi pembelajaran bagi calon guru agama. Malik menekankan bahwa pendidik perlu memahami cara berpikir Generasi Z dan Alpha sebelum menyampaikan konsep-konsep teologis yang kompleks. Isu Islam dan sains dapat diperkenalkan melalui berbagai media yang dekat dengan kehidupan peserta didik, seperti film fiksi ilmiah, anime, video game, maupun perkembangan teknologi digital. Pendekatan kontekstual tersebut diyakini mampu membangun pembelajaran agama yang lebih relevan, dialogis, dan bermakna bagi generasi masa kini. Bagi Program Studi PAI UNJ, gagasan tersebut sejalan dengan upaya pengembangan kurikulum yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga membekali calon guru agama dengan kemampuan berpikir kritis, literasi sains, komunikasi global, serta keterampilan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Webinar ini menjadi salah satu ruang akademik yang memperkuat visi tersebut melalui dialog langsung dengan para akademisi internasional. Hasil evaluasi peserta menunjukkan respons yang sangat positif terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Secara umum, peserta menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat, narasumber mampu menyampaikan pembahasan secara sistematis, mendalam, dan mudah dipahami meskipun menggunakan bahasa Inggris, serta penyelenggaraan webinar berjalan dengan baik. Mayoritas peserta juga mengaku memperoleh perspektif baru mengenai hubungan Islam dan sains serta terinspirasi untuk mengembangkan kajian tersebut dalam pembelajaran maupun penelitian. Penyelenggaraan webinar internasional ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Program Studi PAI UNJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pembelajaran berkualitas yang menghadirkan pakar internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi strategis antara PAI UNJ, APPKI, dan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, penguatan dialog antara agama dan sains juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam UNJ kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang tumbuhnya tradisi akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berwawasan internasional. Di tengah perkembangan sains dan teknologi yang semakin cepat, PAI UNJ terus mendorong lahirnya calon pendidik yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga mampu menjembatani wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan dalam menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2889,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,16,5,6],"tags":[],"class_list":["post-2887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-education-reference","category-quality-assurance","category-religion-spirituality","category-science-technology"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2887"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2890,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2887\/revisions\/2890"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/boie\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}