{"id":2291,"date":"2026-05-10T21:23:00","date_gmt":"2026-05-10T21:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291"},"modified":"2026-05-11T16:45:32","modified_gmt":"2026-05-11T16:45:32","slug":"workshop-kurikulum-prodi-s1-dan-s2-pendidikan-sejarah-fish-unj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291","title":{"rendered":"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ Selenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs untuk Menjawab Tantangan Global dan Dunia Kerja<\/h2>\n\n\n\n<p>Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan&nbsp;<em>Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)<\/em>&nbsp;selama dua hari, pada Sabtu\u2013Minggu, 9\u201310 Mei 2026 di Ruang Rapat 801 Gedung M. Syafei Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Prodi Pendidikan Sejarah dalam melakukan penguatan dan penyesuaian kurikulum agar mampu menjawab tantangan global, perkembangan dunia pendidikan, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah di era abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1620\" height=\"1620\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG_0737.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2302\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Workshop yang berlangsung dengan suasana aktif dan partisipatif ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, alumni, stakeholder, serta organisasi profesi seperti&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia&nbsp;dan&nbsp;MGMP Sejarah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kurikulum pendidikan sejarah yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan terhadap dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat kontemporer.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber utama, yakni\u00a0Dr. Tarunasena, M.Pd.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan\u00a0Dr. Abrar, M.Hum.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FISH Universitas Negeri Jakarta. Kedua narasumber memberikan penguatan konseptual sekaligus pandangan praktis mengenai pentingnya pengembangan kurikulum berbasis SDGs dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari pertama,&nbsp;Dr. Abrar, M.Hum.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;<em>Integrasi SDGs dalam Pembelajaran Sejarah<\/em>. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan sejarah memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sejarah bukan hanya membahas masa lalu, tetapi juga membantu peserta didik memahami hubungan antara pengalaman historis dengan tantangan kehidupan masa kini.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menekankan bahwa integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti penguatan studi kasus historis, pembelajaran berbasis isu, refleksi sosial, serta pengembangan proyek-proyek pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran sejarah dapat menjadi sarana membangun karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab global peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"2160\" height=\"2160\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-7-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2303\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama sesi berlangsung. Para alumni memberikan banyak pandangan mengenai kondisi pembelajaran sejarah saat ini yang dinilai perlu lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, dan perubahan sosial global. Beberapa alumni juga menyampaikan pentingnya kurikulum yang lebih fleksibel agar lulusan mampu memiliki daya adaptasi tinggi dalam menghadapi perubahan dunia kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi&nbsp;<em>Diskusi\/Dengar Pendapat Alumni: Relevansi Kurikulum dengan Dunia Kerja<\/em>. Dalam sesi ini, para alumni dan stakeholder memberikan berbagai masukan mengenai tantangan profesi lulusan Pendidikan Sejarah di era saat ini. Diskusi berkembang pada pentingnya memperluas orientasi lulusan agar tidak hanya berfokus pada profesi guru, tetapi juga membuka peluang karier di bidang lain yang relevan dengan kompetensi sejarah dan kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa bidang profesi yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut di antaranya edukator museum, kurator museum, pamong budaya, pengelola cagar budaya, peneliti sejarah, penulis populer, jurnalis, tenaga arsip, pengembang konten edukasi, hingga profesi di sektor industri kreatif dan media. Para peserta menilai bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan Pendidikan Sejarah memiliki kompetensi multidisipliner yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain membahas peluang profesi, sesi diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan praktis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. Alumni dan stakeholder menyampaikan bahwa kemampuan seperti komunikasi publik, kepemimpinan, literasi digital, penulisan ilmiah dan populer, manajemen kegiatan, serta kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam dunia profesional.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"2160\" height=\"2160\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-4-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2304\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada hari kedua,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;<em>Urgensi Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs<\/em>. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini harus mulai mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam kerangka SDGs sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial institusi pendidikan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menilai bahwa program studi tidak lagi cukup hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu diarahkan pada penguatan perspektif global dan interdisipliner dalam pembelajaran sejarah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"4032\" height=\"3024\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/48b46d2d-d590-46c1-8a7e-f6d2eb996edd.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2305\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam sesi tersebut,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;juga merekomendasikan pengembangan mata kuliah baru yang relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti Sejarah Lingkungan, Sejarah Gender, Sejarah Diplomasi, Sejarah Maritim, serta kajian sejarah tematik lainnya. Menurutnya, mata kuliah tersebut penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global yang terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan hari kedua juga menghadirkan sesi pendapat organisasi profesi yang disampaikan oleh&nbsp;Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, M.Pd.&nbsp;dari&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk advokasi yang dilakukan organisasi profesi guru sejarah dalam memperjuangkan keberadaan dan penguatan mata pelajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyoroti bahwa mata pelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun identitas nasional, kesadaran kebangsaan, dan karakter generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan sejarah perlu terus diperkuat baik dari sisi kurikulum, kualitas pembelajaran, maupun pengembangan profesi guru sejarah di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2160\" height=\"2160\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-5-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2306\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain organisasi profesi, stakeholder dari sektor museum dan media turut memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan kompetensi lulusan Pendidikan Sejarah. Mereka menekankan bahwa lulusan sejarah saat ini perlu memiliki kemampuan tambahan seperti&nbsp;<em>public speaking<\/em>, komunikasi profesional, pengelolaan media digital, dan keterampilan menulis agar mampu bersaing di dunia kerja non-pendidikan maupun sektor DUDI.<\/p>\n\n\n\n<p>Masukan tersebut menjadi perhatian penting dalam proses pengembangan kurikulum karena dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, dan kreativitas tinggi. Dengan demikian, kurikulum Pendidikan Sejarah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama para narasumber melakukan sesi review dan evaluasi terhadap kurikulum lama Program Studi Pendidikan Sejarah. Dalam sesi tersebut, peserta secara aktif memberikan saran, kritik konstruktif, dan rekomendasi untuk menyesuaikan kurikulum dengan prinsip-prinsip SDGs serta kebutuhan pasar kerja masa kini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2160\" height=\"2160\" src=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-3-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2307\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Melalui workshop ini, Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih inovatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam memperkuat peran pendidikan sejarah sebagai sarana membangun kesadaran kritis, karakter kebangsaan, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<br>Instagram:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/pendidikansejarah.unj\/\">@pendidikansejarah.unj<\/a>\u00a0&amp;\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/s2pendidikansejarahunj\/\">@s2pendidikansejarahunj<\/a><br>Facebook: Pendidikan Sejarah FISH UNJ<br>Youtube: Pendidikan Sejarah FISH UNJ<br>Email: pendidikansejarah@fis.unj.ac.id.<br>Website: https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/<br>\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014<br>\u00a9\ufe0f TIM REDAKSI PRODI S1 DAN S2 PENDIDIKAN SEJARAH FISH UNJ<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ Selenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs untuk Menjawab Tantangan Global dan Dunia Kerja Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan&nbsp;Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)&nbsp;selama dua hari, pada Sabtu\u2013Minggu, 9\u201310 Mei 2026 di Ruang Rapat 801 Gedung M. Syafei Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Prodi Pendidikan Sejarah dalam melakukan penguatan dan penyesuaian kurikulum agar mampu menjawab tantangan global, perkembangan dunia pendidikan, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah di era abad ke-21. Workshop yang berlangsung dengan suasana aktif dan partisipatif ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, alumni, stakeholder, serta organisasi profesi seperti&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia&nbsp;dan&nbsp;MGMP Sejarah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kurikulum pendidikan sejarah yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan terhadap dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat kontemporer. Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber utama, yakni\u00a0Dr. Tarunasena, M.Pd.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan\u00a0Dr. Abrar, M.Hum.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FISH Universitas Negeri Jakarta. Kedua narasumber memberikan penguatan konseptual sekaligus pandangan praktis mengenai pentingnya pengembangan kurikulum berbasis SDGs dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi. Pada hari pertama,&nbsp;Dr. Abrar, M.Hum.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;Integrasi SDGs dalam Pembelajaran Sejarah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan sejarah memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sejarah bukan hanya membahas masa lalu, tetapi juga membantu peserta didik memahami hubungan antara pengalaman historis dengan tantangan kehidupan masa kini. Ia juga menekankan bahwa integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti penguatan studi kasus historis, pembelajaran berbasis isu, refleksi sosial, serta pengembangan proyek-proyek pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran sejarah dapat menjadi sarana membangun karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab global peserta didik. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama sesi berlangsung. Para alumni memberikan banyak pandangan mengenai kondisi pembelajaran sejarah saat ini yang dinilai perlu lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, dan perubahan sosial global. Beberapa alumni juga menyampaikan pentingnya kurikulum yang lebih fleksibel agar lulusan mampu memiliki daya adaptasi tinggi dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi&nbsp;Diskusi\/Dengar Pendapat Alumni: Relevansi Kurikulum dengan Dunia Kerja. Dalam sesi ini, para alumni dan stakeholder memberikan berbagai masukan mengenai tantangan profesi lulusan Pendidikan Sejarah di era saat ini. Diskusi berkembang pada pentingnya memperluas orientasi lulusan agar tidak hanya berfokus pada profesi guru, tetapi juga membuka peluang karier di bidang lain yang relevan dengan kompetensi sejarah dan kebudayaan. Beberapa bidang profesi yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut di antaranya edukator museum, kurator museum, pamong budaya, pengelola cagar budaya, peneliti sejarah, penulis populer, jurnalis, tenaga arsip, pengembang konten edukasi, hingga profesi di sektor industri kreatif dan media. Para peserta menilai bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan Pendidikan Sejarah memiliki kompetensi multidisipliner yang lebih luas. Selain membahas peluang profesi, sesi diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan praktis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. Alumni dan stakeholder menyampaikan bahwa kemampuan seperti komunikasi publik, kepemimpinan, literasi digital, penulisan ilmiah dan populer, manajemen kegiatan, serta kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam dunia profesional. Pada hari kedua,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;Urgensi Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini harus mulai mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam kerangka SDGs sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial institusi pendidikan tinggi. Ia menilai bahwa program studi tidak lagi cukup hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu diarahkan pada penguatan perspektif global dan interdisipliner dalam pembelajaran sejarah. Dalam sesi tersebut,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;juga merekomendasikan pengembangan mata kuliah baru yang relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti Sejarah Lingkungan, Sejarah Gender, Sejarah Diplomasi, Sejarah Maritim, serta kajian sejarah tematik lainnya. Menurutnya, mata kuliah tersebut penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global yang terus berkembang. Kegiatan hari kedua juga menghadirkan sesi pendapat organisasi profesi yang disampaikan oleh&nbsp;Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, M.Pd.&nbsp;dari&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk advokasi yang dilakukan organisasi profesi guru sejarah dalam memperjuangkan keberadaan dan penguatan mata pelajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Ia menyoroti bahwa mata pelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun identitas nasional, kesadaran kebangsaan, dan karakter generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan sejarah perlu terus diperkuat baik dari sisi kurikulum, kualitas pembelajaran, maupun pengembangan profesi guru sejarah di Indonesia. Selain organisasi profesi, stakeholder dari sektor museum dan media turut memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan kompetensi lulusan Pendidikan Sejarah. Mereka menekankan bahwa lulusan sejarah saat ini perlu memiliki kemampuan tambahan seperti&nbsp;public speaking, komunikasi profesional, pengelolaan media digital, dan keterampilan menulis agar mampu bersaing di dunia kerja non-pendidikan maupun sektor DUDI. Masukan tersebut menjadi perhatian penting dalam proses pengembangan kurikulum karena dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, dan kreativitas tinggi. Dengan demikian, kurikulum Pendidikan Sejarah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama para narasumber melakukan sesi review dan evaluasi terhadap kurikulum lama Program Studi Pendidikan Sejarah. Dalam sesi tersebut, peserta secara aktif memberikan saran, kritik konstruktif, dan rekomendasi untuk menyesuaikan kurikulum dengan prinsip-prinsip SDGs serta kebutuhan pasar kerja masa kini. Melalui workshop ini, Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih inovatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam memperkuat peran pendidikan sejarah sebagai sarana membangun kesadaran kritis, karakter kebangsaan, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan masa depan. \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014Instagram:\u00a0@pendidikansejarah.unj\u00a0&amp;\u00a0@s2pendidikansejarahunjFacebook: Pendidikan Sejarah FISH UNJYoutube: Pendidikan Sejarah FISH UNJEmail: pendidikansejarah@fis.unj.ac.id.Website: https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u00a9\ufe0f TIM REDAKSI PRODI S1 DAN S2 PENDIDIKAN SEJARAH FISH UNJ<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-2291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-prodi","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ - Pendidikan Sejarah FISH UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ - Pendidikan Sejarah FISH UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ Selenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs untuk Menjawab Tantangan Global dan Dunia Kerja Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan&nbsp;Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)&nbsp;selama dua hari, pada Sabtu\u2013Minggu, 9\u201310 Mei 2026 di Ruang Rapat 801 Gedung M. Syafei Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Prodi Pendidikan Sejarah dalam melakukan penguatan dan penyesuaian kurikulum agar mampu menjawab tantangan global, perkembangan dunia pendidikan, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah di era abad ke-21. Workshop yang berlangsung dengan suasana aktif dan partisipatif ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, alumni, stakeholder, serta organisasi profesi seperti&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia&nbsp;dan&nbsp;MGMP Sejarah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kurikulum pendidikan sejarah yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan terhadap dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat kontemporer. Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber utama, yakni\u00a0Dr. Tarunasena, M.Pd.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan\u00a0Dr. Abrar, M.Hum.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FISH Universitas Negeri Jakarta. Kedua narasumber memberikan penguatan konseptual sekaligus pandangan praktis mengenai pentingnya pengembangan kurikulum berbasis SDGs dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi. Pada hari pertama,&nbsp;Dr. Abrar, M.Hum.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;Integrasi SDGs dalam Pembelajaran Sejarah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan sejarah memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sejarah bukan hanya membahas masa lalu, tetapi juga membantu peserta didik memahami hubungan antara pengalaman historis dengan tantangan kehidupan masa kini. Ia juga menekankan bahwa integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti penguatan studi kasus historis, pembelajaran berbasis isu, refleksi sosial, serta pengembangan proyek-proyek pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran sejarah dapat menjadi sarana membangun karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab global peserta didik. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama sesi berlangsung. Para alumni memberikan banyak pandangan mengenai kondisi pembelajaran sejarah saat ini yang dinilai perlu lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, dan perubahan sosial global. Beberapa alumni juga menyampaikan pentingnya kurikulum yang lebih fleksibel agar lulusan mampu memiliki daya adaptasi tinggi dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi&nbsp;Diskusi\/Dengar Pendapat Alumni: Relevansi Kurikulum dengan Dunia Kerja. Dalam sesi ini, para alumni dan stakeholder memberikan berbagai masukan mengenai tantangan profesi lulusan Pendidikan Sejarah di era saat ini. Diskusi berkembang pada pentingnya memperluas orientasi lulusan agar tidak hanya berfokus pada profesi guru, tetapi juga membuka peluang karier di bidang lain yang relevan dengan kompetensi sejarah dan kebudayaan. Beberapa bidang profesi yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut di antaranya edukator museum, kurator museum, pamong budaya, pengelola cagar budaya, peneliti sejarah, penulis populer, jurnalis, tenaga arsip, pengembang konten edukasi, hingga profesi di sektor industri kreatif dan media. Para peserta menilai bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan Pendidikan Sejarah memiliki kompetensi multidisipliner yang lebih luas. Selain membahas peluang profesi, sesi diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan praktis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. Alumni dan stakeholder menyampaikan bahwa kemampuan seperti komunikasi publik, kepemimpinan, literasi digital, penulisan ilmiah dan populer, manajemen kegiatan, serta kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam dunia profesional. Pada hari kedua,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;Urgensi Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini harus mulai mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam kerangka SDGs sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial institusi pendidikan tinggi. Ia menilai bahwa program studi tidak lagi cukup hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu diarahkan pada penguatan perspektif global dan interdisipliner dalam pembelajaran sejarah. Dalam sesi tersebut,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;juga merekomendasikan pengembangan mata kuliah baru yang relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti Sejarah Lingkungan, Sejarah Gender, Sejarah Diplomasi, Sejarah Maritim, serta kajian sejarah tematik lainnya. Menurutnya, mata kuliah tersebut penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global yang terus berkembang. Kegiatan hari kedua juga menghadirkan sesi pendapat organisasi profesi yang disampaikan oleh&nbsp;Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, M.Pd.&nbsp;dari&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk advokasi yang dilakukan organisasi profesi guru sejarah dalam memperjuangkan keberadaan dan penguatan mata pelajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Ia menyoroti bahwa mata pelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun identitas nasional, kesadaran kebangsaan, dan karakter generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan sejarah perlu terus diperkuat baik dari sisi kurikulum, kualitas pembelajaran, maupun pengembangan profesi guru sejarah di Indonesia. Selain organisasi profesi, stakeholder dari sektor museum dan media turut memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan kompetensi lulusan Pendidikan Sejarah. Mereka menekankan bahwa lulusan sejarah saat ini perlu memiliki kemampuan tambahan seperti&nbsp;public speaking, komunikasi profesional, pengelolaan media digital, dan keterampilan menulis agar mampu bersaing di dunia kerja non-pendidikan maupun sektor DUDI. Masukan tersebut menjadi perhatian penting dalam proses pengembangan kurikulum karena dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, dan kreativitas tinggi. Dengan demikian, kurikulum Pendidikan Sejarah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama para narasumber melakukan sesi review dan evaluasi terhadap kurikulum lama Program Studi Pendidikan Sejarah. Dalam sesi tersebut, peserta secara aktif memberikan saran, kritik konstruktif, dan rekomendasi untuk menyesuaikan kurikulum dengan prinsip-prinsip SDGs serta kebutuhan pasar kerja masa kini. Melalui workshop ini, Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih inovatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam memperkuat peran pendidikan sejarah sebagai sarana membangun kesadaran kritis, karakter kebangsaan, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan masa depan. \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014Instagram:\u00a0@pendidikansejarah.unj\u00a0&amp;\u00a0@s2pendidikansejarahunjFacebook: Pendidikan Sejarah FISH UNJYoutube: Pendidikan Sejarah FISH UNJEmail: pendidikansejarah@fis.unj.ac.id.Website: https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u00a9\ufe0f TIM REDAKSI PRODI S1 DAN S2 PENDIDIKAN SEJARAH FISH UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pendidikan Sejarah FISH UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-10T21:23:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-11T16:45:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Prodi Pendidikan Sejarah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Prodi Pendidikan Sejarah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\"},\"author\":{\"name\":\"Prodi Pendidikan Sejarah\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/person\/566058ea24c8b9adbd79d6925334b0ea\"},\"headline\":\"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ\",\"datePublished\":\"2026-05-10T21:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-11T16:45:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\"},\"wordCount\":1039,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png\",\"articleSection\":[\"Prodi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\",\"url\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\",\"name\":\"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ - Pendidikan Sejarah FISH UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png\",\"datePublished\":\"2026-05-10T21:23:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-11T16:45:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png\",\"width\":2160,\"height\":2160},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#website\",\"url\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/\",\"name\":\"Pendidikan Sejarah FISH UNJ\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#organization\",\"name\":\"Pendidikan Sejarah FISH UNJ\",\"url\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/PENDIDIKAN-SEJARAH-FAKULTAS-ILMU-SOSIAL-HUKUM-3.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/PENDIDIKAN-SEJARAH-FAKULTAS-ILMU-SOSIAL-HUKUM-3.png\",\"width\":513,\"height\":141,\"caption\":\"Pendidikan Sejarah FISH UNJ\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/person\/566058ea24c8b9adbd79d6925334b0ea\",\"name\":\"Prodi Pendidikan Sejarah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62423d63e0cb68731e6cb2fe8d34b42b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62423d63e0cb68731e6cb2fe8d34b42b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Prodi Pendidikan Sejarah\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\"],\"url\":\"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ - Pendidikan Sejarah FISH UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ - Pendidikan Sejarah FISH UNJ","og_description":"Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ Selenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs untuk Menjawab Tantangan Global dan Dunia Kerja Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan&nbsp;Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)&nbsp;selama dua hari, pada Sabtu\u2013Minggu, 9\u201310 Mei 2026 di Ruang Rapat 801 Gedung M. Syafei Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Prodi Pendidikan Sejarah dalam melakukan penguatan dan penyesuaian kurikulum agar mampu menjawab tantangan global, perkembangan dunia pendidikan, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah di era abad ke-21. Workshop yang berlangsung dengan suasana aktif dan partisipatif ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, alumni, stakeholder, serta organisasi profesi seperti&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia&nbsp;dan&nbsp;MGMP Sejarah. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kurikulum pendidikan sejarah yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan terhadap dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat kontemporer. Kegiatan workshop menghadirkan dua narasumber utama, yakni\u00a0Dr. Tarunasena, M.Pd.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia dan\u00a0Dr. Abrar, M.Hum.\u00a0dari Prodi Pendidikan Sejarah FISH Universitas Negeri Jakarta. Kedua narasumber memberikan penguatan konseptual sekaligus pandangan praktis mengenai pentingnya pengembangan kurikulum berbasis SDGs dalam pendidikan sejarah di perguruan tinggi. Pada hari pertama,&nbsp;Dr. Abrar, M.Hum.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;Integrasi SDGs dalam Pembelajaran Sejarah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendidikan sejarah memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan global, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, konflik kemanusiaan, kesetaraan gender, hingga pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sejarah bukan hanya membahas masa lalu, tetapi juga membantu peserta didik memahami hubungan antara pengalaman historis dengan tantangan kehidupan masa kini. Ia juga menekankan bahwa integrasi SDGs dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti penguatan studi kasus historis, pembelajaran berbasis isu, refleksi sosial, serta pengembangan proyek-proyek pembelajaran yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, pembelajaran sejarah dapat menjadi sarana membangun karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab global peserta didik. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama sesi berlangsung. Para alumni memberikan banyak pandangan mengenai kondisi pembelajaran sejarah saat ini yang dinilai perlu lebih responsif terhadap perkembangan teknologi, isu lingkungan, dan perubahan sosial global. Beberapa alumni juga menyampaikan pentingnya kurikulum yang lebih fleksibel agar lulusan mampu memiliki daya adaptasi tinggi dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi&nbsp;Diskusi\/Dengar Pendapat Alumni: Relevansi Kurikulum dengan Dunia Kerja. Dalam sesi ini, para alumni dan stakeholder memberikan berbagai masukan mengenai tantangan profesi lulusan Pendidikan Sejarah di era saat ini. Diskusi berkembang pada pentingnya memperluas orientasi lulusan agar tidak hanya berfokus pada profesi guru, tetapi juga membuka peluang karier di bidang lain yang relevan dengan kompetensi sejarah dan kebudayaan. Beberapa bidang profesi yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut di antaranya edukator museum, kurator museum, pamong budaya, pengelola cagar budaya, peneliti sejarah, penulis populer, jurnalis, tenaga arsip, pengembang konten edukasi, hingga profesi di sektor industri kreatif dan media. Para peserta menilai bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan Pendidikan Sejarah memiliki kompetensi multidisipliner yang lebih luas. Selain membahas peluang profesi, sesi diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan keterampilan praktis bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah. Alumni dan stakeholder menyampaikan bahwa kemampuan seperti komunikasi publik, kepemimpinan, literasi digital, penulisan ilmiah dan populer, manajemen kegiatan, serta kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam dunia profesional. Pada hari kedua,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;menyampaikan materi mengenai&nbsp;Urgensi Pengembangan Kurikulum Berbasis SDGs. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini harus mulai mengintegrasikan aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam kerangka SDGs sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan sosial institusi pendidikan tinggi. Ia menilai bahwa program studi tidak lagi cukup hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu diarahkan pada penguatan perspektif global dan interdisipliner dalam pembelajaran sejarah. Dalam sesi tersebut,&nbsp;Dr. Tarunasena, M.Pd.&nbsp;juga merekomendasikan pengembangan mata kuliah baru yang relevan dengan tantangan global kontemporer, seperti Sejarah Lingkungan, Sejarah Gender, Sejarah Diplomasi, Sejarah Maritim, serta kajian sejarah tematik lainnya. Menurutnya, mata kuliah tersebut penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global yang terus berkembang. Kegiatan hari kedua juga menghadirkan sesi pendapat organisasi profesi yang disampaikan oleh&nbsp;Dr. Sumardiansyah Perdana Kusuma, M.Pd.&nbsp;dari&nbsp;Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk advokasi yang dilakukan organisasi profesi guru sejarah dalam memperjuangkan keberadaan dan penguatan mata pelajaran sejarah di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Ia menyoroti bahwa mata pelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun identitas nasional, kesadaran kebangsaan, dan karakter generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan sejarah perlu terus diperkuat baik dari sisi kurikulum, kualitas pembelajaran, maupun pengembangan profesi guru sejarah di Indonesia. Selain organisasi profesi, stakeholder dari sektor museum dan media turut memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan kompetensi lulusan Pendidikan Sejarah. Mereka menekankan bahwa lulusan sejarah saat ini perlu memiliki kemampuan tambahan seperti&nbsp;public speaking, komunikasi profesional, pengelolaan media digital, dan keterampilan menulis agar mampu bersaing di dunia kerja non-pendidikan maupun sektor DUDI. Masukan tersebut menjadi perhatian penting dalam proses pengembangan kurikulum karena dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, dan kreativitas tinggi. Dengan demikian, kurikulum Pendidikan Sejarah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta bersama para narasumber melakukan sesi review dan evaluasi terhadap kurikulum lama Program Studi Pendidikan Sejarah. Dalam sesi tersebut, peserta secara aktif memberikan saran, kritik konstruktif, dan rekomendasi untuk menyesuaikan kurikulum dengan prinsip-prinsip SDGs serta kebutuhan pasar kerja masa kini. Melalui workshop ini, Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ berharap dapat menghasilkan kurikulum yang lebih inovatif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Prodi Pendidikan Sejarah FISH UNJ dalam memperkuat peran pendidikan sejarah sebagai sarana membangun kesadaran kritis, karakter kebangsaan, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tantangan masa depan. \u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014Instagram:\u00a0@pendidikansejarah.unj\u00a0&amp;\u00a0@s2pendidikansejarahunjFacebook: Pendidikan Sejarah FISH UNJYoutube: Pendidikan Sejarah FISH UNJEmail: pendidikansejarah@fis.unj.ac.id.Website: https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u00a9\ufe0f TIM REDAKSI PRODI S1 DAN S2 PENDIDIKAN SEJARAH FISH UNJ","og_url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291","og_site_name":"Pendidikan Sejarah FISH UNJ","article_published_time":"2026-05-10T21:23:00+00:00","article_modified_time":"2026-05-11T16:45:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png","width":1024,"height":1024,"type":"image\/png"}],"author":"Prodi Pendidikan Sejarah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Prodi Pendidikan Sejarah","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291"},"author":{"name":"Prodi Pendidikan Sejarah","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/person\/566058ea24c8b9adbd79d6925334b0ea"},"headline":"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ","datePublished":"2026-05-10T21:23:00+00:00","dateModified":"2026-05-11T16:45:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291"},"wordCount":1039,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png","articleSection":["Prodi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291","url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291","name":"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ - Pendidikan Sejarah FISH UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png","datePublished":"2026-05-10T21:23:00+00:00","dateModified":"2026-05-11T16:45:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#primaryimage","url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png","contentUrl":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Workshop-Kurikulum-Sejarah-2026-1080-x-1080-piksel-1.png","width":2160,"height":2160},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?p=2291#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Workshop Kurikulum Prodi S1 dan S2 Pendidikan Sejarah FISH UNJ"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#website","url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/","name":"Pendidikan Sejarah FISH UNJ","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#organization","name":"Pendidikan Sejarah FISH UNJ","url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/PENDIDIKAN-SEJARAH-FAKULTAS-ILMU-SOSIAL-HUKUM-3.png","contentUrl":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/PENDIDIKAN-SEJARAH-FAKULTAS-ILMU-SOSIAL-HUKUM-3.png","width":513,"height":141,"caption":"Pendidikan Sejarah FISH UNJ"},"image":{"@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/person\/566058ea24c8b9adbd79d6925334b0ea","name":"Prodi Pendidikan Sejarah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62423d63e0cb68731e6cb2fe8d34b42b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/62423d63e0cb68731e6cb2fe8d34b42b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Prodi Pendidikan Sejarah"},"sameAs":["https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah"],"url":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2291"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2308,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2291\/revisions\/2308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fis.unj.ac.id\/pendidikansejarah\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}