Dosen PAI UNJ Menguatkan Spiritualitas Muslimah Kampus dalam Kajian Spesial Ramadhan Masjid Nurul Irfan

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan spiritualitas civitas akademika melalui kegiatan Kajian Muslimah Spesial Ramadhan yang diselenggarakan oleh Masjid Kampus Nurul Irfan Universitas Negeri Jakarta bekerja sama dengan BSO Masjid Al Ijtimai FISH UNJ. Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika muslimah di lingkungan UNJ, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.

Bagi Prodi PAI UNJ, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum kajian keagamaan, tetapi juga menjadi ruang integrasi antara ilmu, spiritualitas, dan pembinaan karakter muslimah akademik. Kehadiran dosen PAI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi akademik dalam membangun atmosfer religius di lingkungan kampus.

Acara dibuka oleh Dr. Wirda Hanim, M.Psi, dari Divisi Keputrian Masjid Kampus Nurul Irfan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum refleksi bagi muslimah kampus untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus menjaga keseimbangan antara kehidupan spiritual dan aktivitas akademik.

Dalam kajian tersebut, Dr. Sari Narulita, M.Si, dosen Program Studi PAI UNJ, menyampaikan materi mengenai strategi muslimah menjaga spiritualitas di tengah dinamika kehidupan akademik selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan lingkungan spiritual yang sangat kondusif bagi peningkatan kualitas diri. Bulan ini menghadirkan berbagai peluang ibadah, seperti puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan amal sosial. Suasana Ramadhan yang penuh rahmat dan pengampunan menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperkuat relasi dengan Allah dan memperbaiki kualitas diri.

Kajian ini juga menyoroti realitas muslimah selama Ramadhan, termasuk kondisi biologis seperti haidh. Dr. Sari menegaskan bahwa haidh merupakan fitrah yang telah diatur dalam syariat. Ketika seorang muslimah tidak berpuasa atau tidak melaksanakan shalat karena haidh, hal tersebut bukanlah kekurangan spiritual, melainkan bentuk ketaatan terhadap ketentuan Allah. Dalam kondisi tersebut, berbagai bentuk ibadah lain tetap terbuka, seperti dzikir, doa, sedekah, serta menghadiri majelis ilmu.

Sementara itu, perspektif psikologis disampaikan oleh Dr. phil. Zarina Akbar, M.Psi., Psikolog, yang membahas bahwa puasa memiliki dimensi pendidikan yang kuat dalam membentuk karakter. Puasa melatih disiplin, kesabaran, pengendalian diri, serta kemampuan mengelola emosi. Nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi mahasiswa dan akademisi yang menjalani berbagai peran dalam kehidupan kampus. Ia menjelaskan bahwa puasa memiliki fungsi psikologis sebagai latihan pengendalian diri dan regulasi emosi, sehingga dapat membantu seseorang menjaga ketenangan mental di tengah berbagai tekanan kehidupan akademik. Ramadhan dapat dipahami sebagai madrasah spiritual yang membentuk kepribadian muslim yang matang secara spiritual sekaligus profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Diskusi berlangsung sangat hidup. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, sehingga sesi kajian berlangsung lebih lama dari waktu yang direncanakan. Pertanyaan yang muncul antara lain berkaitan dengan bagaimana menjaga konsistensi ibadah bagi muslimah selama Ramadhan serta bagaimana mengelola overthinking agar tidak mengganggu ketenangan batin dan fokus ibadah

Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, kegiatan ini menjadi pengayaan akademik yang sangat relevan, khususnya bagi mereka yang sedang menempuh mata kuliah Psikologi Islam. Materi yang disampaikan memperlihatkan bagaimana nilai-nilai spiritual dalam ibadah Ramadhan berkaitan erat dengan konsep regulasi emosi, pengendalian diri, dan pembentukan karakter, yang menjadi bagian penting dalam kajian psikologi Islam.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI UNJ menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual. Kajian seperti ini menjadi jembatan antara ilmu yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik kehidupan spiritual sehari-hari, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep keislaman secara akademik, tetapi juga mampu menghidupkannya dalam kehidupan nyata.

Antusiasme civitas akademika muslimah UNJ dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa ruang-ruang kajian keislaman di kampus tetap memiliki peran penting dalam membangun generasi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan memiliki ketenangan spiritual dalam menjalani kehidupan akademik maupun profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

Our ebook website brings you the convenience of instant access to a diverse range of titles, spanning genres from fiction and non-fiction to self-help, business.

Features

Most Recent Posts

eBook App for FREE

Lorem Ipsum is simply dumy text of the printing typesetting industry lorem.

Category

Company

About Us

FAQs

Contact Us

Terms & Conditions

Privacy Policy

Features

Copyright Notice

Mailing List

Social Media Links

Help Center

Products

Sitemap

New Releases

Best Sellers

Newsletter

Contact us

Mailing

Privacy Policy

Mailing List

© 2025 Islamic Education Study Program