Kegiatan bimbingan akademik mahasiswa Program Studi PAI yang berlangsung pada 2–6 Februari 2026 menghadirkan suasana akademik yang dinamis, hangat, dan penuh semangat pembaruan. Selama lima hari, proses pendampingan berjalan intensif dengan melibatkan 17 dosen PAI yang aktif membimbing mahasiswa di bawah tanggung jawab akademiknya.
Bimbingan dilaksanakan secara luring dan daring. Pola ini memberi ruang fleksibilitas sekaligus menjaga kedalaman interaksi. Mahasiswa yang berada di kampus dapat berdiskusi langsung, sementara yang terkendala jarak tetap terlayani melalui pertemuan virtual.
Fokus utama bimbingan diarahkan pada evaluasi perjalanan studi mahasiswa di semester 123. Dalam sesi-sesi dialogis, mahasiswa diajak menelaah capaian akademiknya secara terbuka. Berbagai dinamika muncul ke permukaan. Sejumlah mahasiswa mengungkap tantangan dalam mengelola beban SKS yang padat. Sebagian menghadapi kesulitan memahami mata kuliah tertentu. Ada pula yang harus membagi konsentrasi antara kuliah, organisasi, hingga tanggung jawab pekerjaan. Situasi tersebut berdampak pada performa akademik dan motivasi belajar.
Melalui pendampingan yang persuasif, dosen membantu mahasiswa memetakan persoalan secara lebih jernih. Evaluasi tidak berhenti pada angka indeks prestasi, tetapi menelusuri akar masalah—mulai dari strategi belajar, kedisiplinan akademik, hingga manajemen waktu. Setelah refleksi semester 123, pembahasan bergerak progresif menuju persiapan semester 124. Mahasiswa dibimbing menyusun rencana studi yang lebih terarah dan realistis.
Tidak hanya aspek akademik, bimbingan turut menyinggung kesiapan mental dan spiritual mahasiswa PAI. Penguatan motivasi, etos belajar, serta integritas sebagai calon pendidik menjadi bagian dari diskusi. Pendekatan ini menjadikan bimbingan lebih utuh—menyentuh dimensi intelektual sekaligus karakter.
Keterlibatan aktif 17 dosen memberi energi tersendiri bagi mahasiswa. Relasi bimbingan terasa lebih dekat, komunikatif, dan solutif. Mahasiswa tidak sekadar menerima arahan administratif, tetapi memperoleh pendampingan yang membangun kepercayaan diri.
Menjelang penutupan rangkaian bimbingan, optimisme tampak menguat. Mahasiswa membawa pulang rencana studi yang lebih matang, strategi belajar yang lebih terukur, serta motivasi baru untuk menapaki semester 124.
Kegiatan ini menegaskan bahwa bimbingan akademik bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis membentuk kualitas lulusan. Di sanalah arah studi diteguhkan, tantangan diurai, dan masa depan akademik mahasiswa PAI dipersiapkan dengan lebih sadar dan terencana.


