Jakarta — Sidang skripsi mahasiswa unggulan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Jakarta menghadirkan atmosfer akademik yang berbeda. Bukan hanya karena kualitas riset yang diujikan, tetapi juga karena standar pengujian yang melibatkan para Koordinator Program Studi PAI anggota APPKI (Asosiasi Prodi Pendidikan Keagamaan Islam di Perguruan Tinggi Umum).
Dilaksanakan secara hybrid pada Senin, 12 Januari 2026 di Ruang Sidang 203 Gedung K Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, forum ini menjadi panggung akademik bergengsi bagi lulusan percepatan 3,5 tahun. Sidang tidak sekadar menguji kelulusan, tetapi mengukur kedalaman riset, ketajaman analisis, dan kontribusi ilmiah mahasiswa pada isu-isu strategis Pendidikan Agama Islam.
Mahasiswa pertama, Salsabila Wulandari, mengangkat riset berjudul “Ketahanan Diri Spiritual Mahasiswa Muslim dalam Masyarakat Perkotaan Pluralistik di Universitas Negeri Jakarta.” Dibimbing Mushlihin, M.A. dan Suci Nur Pratiwi, ia diuji Dr. Agus Fakhrudin selaku Korprodi IPAI Universitas Pendidikan Indonesia bersama penguji internal Dr. Andy Hadiyanto, M.A. dan Ahmad Hakam, Ph.D. Penelitiannya menyoroti bagaimana spiritualitas menjadi fondasi daya tahan mahasiswa di tengah kompleksitas pluralitas kota.
Sidang berikutnya menghadirkan Kamila Rahma Shalehah dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Materi PAI di SMA Labschool Jakarta.” Di bawah bimbingan Dr. Sari Narulita, M.Si. dan Dr. M. Ridwan Effendi, M.Ud., ia diuji Prof. Dr. Alfurqan, M.Ag., Korprodi PAI Universitas Negeri Padang, bersama Dr. Rihlah Nur Aulia, M.A. dan Rudi M. Barnansyah, M.Pd. Riset ini menegaskan efektivitas model kooperatif dalam meningkatkan capaian akademik sekaligus kolaborasi belajar.
Mahasiswa ketiga, Faza Sabila Firdaus, meneliti tema psikologi keluarga melalui skripsi “Hubungan Keterlibatan dalam Kajian Syameela Series dengan Tingkat Marriage Anxiety pada Generasi Z Muslim.” Dibimbing Dr. Abdul Fadhil, M.Ag. dan Dr. Izzatul Mardhiah, M.A., ia diuji Muhammad Sulaiman, S.Pd.I., B.I.S., M.Pd., Koprodi PAI Universitas Terbuka, bersama penguji internal Dr. M. Ridwan Effendi, M.Ud. dan Mushlihin, M.A. Kajian ini membuka diskursus baru tentang relasi majelis ilmu dan kesiapan psikologis pernikahan generasi muda.
Sementara itu, Mora Alifia Defahmi mengangkat isu literasi teknologi guru melalui skripsi “Analisis Kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) Guru PAI dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di SMA Negeri 76 Jakarta.” Dibimbing Firdaus Wajdi, Ph.D. dan Dr. Rihlah Nur Aulia, ia diuji Dr. Iqbal Amar Muzaki, M.Pd., Korprodi PAI UNSIKA, bersama penguji internal Dr. Abdul Fadhil dan Dr. Amaliyah. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pedagogi, konten, dan teknologi dalam pembelajaran PAI era digital.
Keempat mahasiswa ini merupakan lulusan unggulan dengan masa studi percepatan 3,5 tahun. Namun capaian mereka tidak berhenti pada sidang. Mereka juga memikul kewajiban akademik lanjutan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian pada jurnal terakreditasi minimal Sinta 3.
Sidang skripsi bergengsi ini menegaskan satu pesan penting. Bahwa lulusan percepatan PAI UNJ tidak hanya cepat secara waktu, tetapi juga kuat secara mutu. Diuji penguji nasional, diperkaya perspektif lintas kampus, dan diarahkan menembus publikasi ilmiah bereputasi.
Dari ruang sidang itu lahir optimisme baru.
Bahwa PAI UNJ terus menyiapkan lulusan unggul—tajam risetnya, luas jejaringnya, dan siap berkontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam di tingkat nasional maupun global.



