Menembus Batas Akademik: Sidang Skripsi Berbahasa Inggris Perdana Mahasiswa PAI UNJ Angkat Inovasi Deep Learning Berbasis Game Moral

Langkah akademik bersejarah terukir di Program Studi Pendidikan Agama Islam ketika Aulawia Hidayati menjalani sidang skripsi pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 10.00–11.00 WIB di Ruang 203. Sidang ini bukan sekadar ujian akhir, tetapi momentum penting yang menandai terobosan baru: sidang skripsi pertama di lingkungan PAI yang dilaksanakan secara penuh dalam bahasa Inggris dan diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran luring dan partisipasi daring dalam satu forum akademik.

Sejak awal presentasi, Aulawia tampil percaya diri. Ia memaparkan riset berjudul “Development Of A Deep Learning-Based ‘Truth Or Dare’ Digital Game As A Moral Value Reflection Tool For Ethics Material In Grade X At SMAN 61 Jakarta.” Penelitian ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan pendidikan nilai, menghadirkan game digital berbasis deep learning sebagai media refleksi moral pada materi etika di tingkat SMA.

Inovasi tersebut menarik perhatian para penguji. Sidang dipimpin dan diuji oleh akademisi dengan kepakaran lintas bidang. Ahmad Hakam, Ph.D—dosen yang baru menuntaskan studi doktoralnya di University of Edinburgh—menggali kedalaman metodologi dan kontribusi global riset. Dr. Amaliyah menyoroti kekuatan konseptual pendidikan nilai yang dibangun. Sementara Ahmad Nur Fahmi, M.Pd, sebagai pakar media, menguji ketepatan desain teknologi dan kelayakan implementasi game dalam pembelajaran.

Diskusi berlangsung dinamis. Seluruh proses berjalan dalam bahasa Inggris, menghadirkan atmosfer akademik internasional yang jarang ditemui pada sidang sarjana. Format hybrid memungkinkan interaksi tetap cair—penguji, pembimbing, dan peserta sidang dapat berdialog aktif lintas ruang tanpa mengurangi kedalaman akademik. Aulawia mampu menjawab pertanyaan argumentatif, menjelaskan arsitektur sistem, serta menegaskan relevansi moral pedagogi di era digital.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif para pembimbing: Dr. Abdul Fadhil, M.Ag dan Mushlihin, M.A. Keduanya mengarahkan riset agar tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga kokoh dalam landasan etika dan pendidikan Islam.

Aulawia merupakan mahasiswa PAI angkatan 2022 yang menuntaskan studi dalam rentang 3,5 tahun—akselerasi yang mencerminkan disiplin akademik dan konsistensi riset. Sidang ini sekaligus menegaskan kapasitas mahasiswa PAI untuk bersaing di ranah global, menguasai bahasa akademik internasional, dan melahirkan inovasi berbasis teknologi.

Lebih dari sekadar kelulusan, sidang ini membuka horizon baru. Integrasi deep learning, game edukasi, dan refleksi nilai moral menunjukkan bahwa pendidikan agama mampu bertransformasi adaptif tanpa kehilangan substansi. Dari ruang sidang—baik fisik maupun virtual—lahir pesan kuat: masa depan PAI terletak pada keberanian berinovasi, kecakapan teknologi, dan kedalaman nilai.

Sidang berakhir. Apresiasi mengalir. Namun jejak inspirasi yang ditinggalkan Aulawia Hidayati baru saja dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

Our ebook website brings you the convenience of instant access to a diverse range of titles, spanning genres from fiction and non-fiction to self-help, business.

Features

Most Recent Posts

eBook App for FREE

Lorem Ipsum is simply dumy text of the printing typesetting industry lorem.

Category

Company

About Us

FAQs

Contact Us

Terms & Conditions

Privacy Policy

Features

Copyright Notice

Mailing List

Social Media Links

Help Center

Products

Sitemap

New Releases

Best Sellers

Newsletter

Contact us

Mailing

Privacy Policy

Mailing List

© 2025 Islamic Education Study Program