Menembus Batas, Merajut Asa: Temu Mahasiswa PAI Difabel Netra 2025

Jumat pagi, 29 Agustus 2025, ruang pertemuan Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta dipenuhi dengan suasana hangat penuh semangat. Mahasiswa PAI difabel netra lintas angkatan berkumpul dalam sebuah forum inspiratif yang menghadirkan harapan dan kebersamaan. Hadir dalam pertemuan itu Radit dari kelas 2025B, Dwi Ramadhan dari kelas 2025C, Siroj dan Fadhilah dari angkatan 2024C, Fajar dari angkatan 2023B, serta Tion dari 2022B. Dari unsur organisasi mahasiswa, turut hadir Tri Suryani selaku Ketua BEMP dan Nara sebagai Advokasi BEMP, sementara jalannya pertemuan dipimpin langsung oleh Dr. Sari Narulita, M.Si., Koordinator Program Studi PAI, bersama para dosen pendamping, Dr. Rihlah Nur Aulia, Ma Mushlihin, MA, dan Dr. Bina Prima Payangguh.

Dalam pertemuan itu, para mahasiswa senior berbagi pengalaman yang sangat berarti. Tion menekankan pentingnya kebijakan ujian khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus dengan tambahan waktu tiga puluh menit agar mereka lebih optimal dalam memahami soal. Ia juga menyuarakan harapan agar di setiap prodi ada Relawan Disabilitas atau Redis, bahkan adanya divisi khusus yang menaungi pelatihan mahasiswa berkebutuhan khusus. Pesannya kepada adik-adik angkatan baru begitu sederhana sekaligus mendalam: jangan terlalu larut dalam overthinking, tingkatkan komunikasi, bertanya bila tidak paham, dan jalani hidup apa adanya.

Fajar, yang lebih dulu menapaki perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa difabel netra, berbagi tips tentang pentingnya akses file pembelajaran dari dosen. File yang dibagikan akan sangat membantu mereka untuk belajar mandiri, dan bila ada hal yang tidak dimengerti, bisa langsung didiskusikan dengan teman. Ia pun berpesan agar mahasiswa baru berani berkomunikasi, menguasai braile serta teknologi komunikasi yang mendukung kebutuhan mereka.

Sementara itu, Siroj mengangkat kebutuhan penting lainnya, yakni agar perkuliahan di Zoom dapat direkap atau ditranskrip, sehingga bisa dipelajari lebih lanjut oleh mahasiswa difabel netra. Ia juga mengusulkan agar file presentasi kelompok dibagikan setidaknya sehari sebelum perkuliahan, serta suara dosen direkam dalam perkuliahan luring agar materi dapat diulang kembali. Pesan khususnya kepada mahasiswa baru adalah untuk mengakrabkan diri dengan teman-teman sekelas dan tidak takut mengikuti berbagai kegiatan.

Fadhilah turut menambahkan pengalaman dan harapannya. Menurutnya, menulis mata kuliah qiraah sebaiknya difasilitasi melalui braile. Begitu pula, ujian akhir semester untuk mata kuliah bahasa bisa dilakukan dalam bentuk braile, Google Form, atau teks agar lebih mudah diakses. Ia mengajak mahasiswa baru untuk selalu semangat, tidak malu bertanya, dan aktif dalam kerja kelompok sebagai kunci keberhasilan di kampus.

Paparan pengalaman dan nasihat itu memberi energi baru bagi mahasiswa angkatan 2025. Radit mengaku menjadi lebih percaya diri setelah mendengar kisah kakak-kakak kelasnya, sementara Dwi Ramadhan menyatakan semangatnya untuk ikut berorganisasi semakin besar.

Dalam forum itu juga dibahas mengenai kegiatan orientasi mobilitas yang sering diadakan Redis, meskipun biasanya diadakan pada hari libur sehingga jarang diikuti mahasiswa berkebutuhan khusus. Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa MBK akan didampingi oleh Redis yang merupakan teman dekat mereka, bahkan akan diberikan sertifikat atau SK sebagai bentuk apresiasi. Siroj dan Radit pun diarahkan untuk mengikuti orientasi mobilitas yang dipandu oleh Fajar dan Tion dengan target dua bulan ke depan, dengan prioritas mengenali titik-titik penting kampus seperti ruang kelas, WC, dan masjid.

Pertemuan ini menghadirkan suasana yang tak sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang pembelajaran kehidupan. Suara-suara mahasiswa difabel netra tidak hanya menyuarakan kebutuhan, tetapi juga menawarkan solusi. Kehadiran dosen dan BEMP menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci. Temu mahasiswa ini adalah wujud nyata dari semangat inklusivitas, bahwa setiap mahasiswa berhak mendapat ruang yang ramah, dukungan yang nyata, dan kesempatan yang sama untuk tumbuh. PAI UNJ menegaskan langkahnya, bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, melainkan tentang merajut asa, menembus batas, dan melahirkan generasi yang tangguh tanpa terkecuali.

1 Comment

  • Pembinaan Sosial

    Luar biasa! Temu Mahasiswa PAI Difabel Netra 2025 bukan hanya sekadar forum berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi ruang inklusif yang menghadirkan teladan nyata dari PAI UNJ dalam merajut asa mahasiswa difabel netra. Pertemuan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan, justru menjadi pintu lahirnya gagasan besar ketika mahasiswa, dosen, dan organisasi saling menguatkan. Lebih dari itu, penting agar hasil diskusi benar-benar ditindaklanjuti, seperti kebijakan ujian khusus, akses file pembelajaran, hingga peran Relawan Disabilitas, sehingga inklusivitas benar-benar hadir dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar seremonial. Salut untuk semangat para mahasiswa difabel netra, karena dari kalian kita belajar bahwa menembus batas dan merajut asa adalah kekuatan yang nyata untuk membangun kampus yang ramah bagi semua

  • Tion Iswanto

    PAI jadi pelopor utama pentingnya pendidikan inklusi yang mandiri dengan melibatkan langsung dengan mahasiswa disabilitas.
    PAI UNJ melibatkan kami sebagai subjek bukan objek semata, hal ini akan terus bertransformasi dari berbagai aspek.

    Mimpi saya PAI UNJ bisa jadikan contoh kiblatnya pendidikan inklusi yang berdaya untuk bersama dalam kesetaraan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

Our ebook website brings you the convenience of instant access to a diverse range of titles, spanning genres from fiction and non-fiction to self-help, business.

Features

Most Recent Posts

eBook App for FREE

Lorem Ipsum is simply dumy text of the printing typesetting industry lorem.

Category

Company

About Us

FAQs

Contact Us

Terms & Conditions

Privacy Policy

Features

Copyright Notice

Mailing List

Social Media Links

Help Center

Products

Sitemap

New Releases

Best Sellers

Newsletter

Contact us

Mailing

Privacy Policy

Mailing List

© 2025 Islamic Religious Education Departement