Membangun Pendidikan Agama Islam Berbasis Riset untuk Mewujudkan SDGs: Kunjungan Akademik Dr. Lenny Herlina Perkuat Budaya Ilmiah di PAI UNJ

Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya bertugas mentransmisikan pengetahuan keislaman, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan generasi yang berpikir kritis, berkarakter, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Semangat inilah yang terus dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (PAI FISH UNJ), melalui penguatan budaya akademik berbasis riset dan kolaborasi.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Prodi PAI UNJ menghadirkan Dr. Lenny Herlina, S.Ag., M.Pd.I., dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Mataram, dalam rangkaian kegiatan akademik pada 24–25 Juni 2026 yang meliputi pengujian skripsi, diseminasi hasil penelitian, dan kuliah umum. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata penguatan jejaring akademik antarpendidikan tinggi sebagaimana diamanatkan dalam program pengembangan budaya riset Prodi PAI UNJ.

Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu, 24 Juni 2026, melalui keterlibatan Dr. Lenny sebagai penguji eksternal dalam sidang skripsi mahasiswa. Kehadiran penguji dari luar institusi tidak hanya memperkuat objektivitas penilaian, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan akademik guna meningkatkan mutu penelitian mahasiswa.

Sidang pertama membahas penelitian Muhammad Fajriansyah Solichin berjudul “Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Pemahaman Ayat-ayat Al-Qur’an pada Siswa SMA Negeri 79 Jakarta.” Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an memerlukan strategi pedagogis yang inovatif agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti pada aspek hafalan, tetapi juga mampu dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan peserta didik.

Selanjutnya, Muhamad Ariz Hibrizi mempresentasikan penelitian berjudul Peran Pembelajaran PAI dalam Membentuk Kontrol Diri Siswa di Lingkungan Multikultural dan Global (Studi Kasus SMA Labschool Jakarta).” Kajian tersebut menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun karakter, pengendalian diri, serta kemampuan hidup berdampingan di tengah masyarakat yang majemuk.

Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa PAI memiliki kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, terutama dalam membentuk peserta didik yang religius, berkarakter, sekaligus adaptif terhadap perubahan sosial.

Kegiatan dilanjutkan pada Kamis, 25 Juni 2026, melalui Diseminasi Hasil Riset dan Kuliah Umum pada mata kuliah Filsafat Agama yang diampu oleh Ahmad Hakam, Ph.D. Bertempat di Ruang Dewi Sartika 1014, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan akademisi yang aktif menghasilkan publikasi bereputasi secara internasional.

Pada sesi diseminasi, Dr. Lenny memaparkan hasil penelitian “Analysis of Student Product Quality in Integrative, Collaborative, and Project-Based Learning Viewed from Islamic Religious Education in Higher Education” yang telah dipublikasikan di Jurnal Ulumuna (Q1 Scopus). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang integratif, kolaboratif, dan berbasis proyek mampu meningkatkan kualitas produk akademik mahasiswa sekaligus mengembangkan kompetensi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai keterampilan penting abad ke-21.

Dalam sesi kuliah umum, suasana pembelajaran berlangsung dinamis melalui diskusi interaktif mengenai hakikat filsafat, hubungan antara aqidah, syariah, dan akhlak, serta urgensi filsafat sebagai fondasi berpikir bagi seorang pendidik. Mahasiswa diajak memahami bahwa seorang guru Pendidikan Agama Islam tidak cukup hanya menguasai dalil, tetapi juga harus mampu berpikir logis, rasional, dan empiris, sekaligus bijaksana dalam merespons berbagai persoalan kehidupan.

Pembahasan mengenai qada dan qadar dikaitkan dengan pentingnya ikhtiar, tanggung jawab, serta pengambilan keputusan yang rasional. Berbagai contoh kehidupan sehari-hari diberikan agar mahasiswa mampu melihat bahwa ajaran Islam selalu mendorong keseimbangan antara keimanan, ilmu pengetahuan, dan tindakan nyata.

Tidak kalah penting, Dr. Lenny juga memberikan motivasi kepada mahasiswa mengenai luasnya prospek lulusan Pendidikan Agama Islam. Menurutnya, lulusan PAI memiliki peluang untuk berkontribusi sebagai pendidik, peneliti, pengembang masyarakat, konsultan pendidikan, maupun dalam profesi lain yang membutuhkan integritas moral dan kemampuan berpikir kritis.

Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan kontribusi nyata Prodi PAI UNJ dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan mutu penelitian mahasiswa, serta pengembangan kompetensi berpikir kritis calon pendidik. Kedua, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan nilai-nilai moderasi, kontrol diri, dialog, serta pembentukan karakter yang mampu hidup harmonis di tengah masyarakat multikultural. Ketiga, SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik antara Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Mataram untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang saling memperkuat.

Bagi Prodi PAI UNJ, Pendidikan Agama Islam tidak sekadar mengajarkan aspek normatif keagamaan. PAI merupakan instrumen strategis untuk membangun peradaban yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan kemanusiaan. Oleh karena itu, sinergi antarakademisi, penguatan budaya riset, dan pembelajaran yang reflektif akan terus dikembangkan sebagai bagian dari ikhtiar untuk melahirkan lulusan yang unggul, moderat, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Company

About Us

FAQs

Contact Us

Terms & Conditions

Privacy Policy

Features

Copyright Notice

Mailing List

Social Media Links

Help Center

Products

Sitemap

New Releases

Best Sellers

Newsletter

Contact us

Mailing

Privacy Policy

Mailing List

© 2025 Islamic Education Study Program