Pendidikan Agama Islam tidak hanya membentuk lulusan yang mampu berdakwah secara lisan, tetapi juga melahirkan generasi yang menghadirkan solusi bagi masyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan oleh 99 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat “Aksi Nusa (Aksi Nyata untuk Sesama)” pada 22 – 27 Juli 2026 di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Dzakirwan Rais selaku Ketua Pelaksana ini merupakan kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMP) PAI UNJ, IKAQ Jabodetabek, dan Fatayat NU Kabupaten Bogor. Selama lima hari, mahasiswa hadir tidak hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih sehat, berdaya, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Didampingi oleh Dr. Khairil Ikhsan, M.A., mahasiswa menjalankan berbagai program yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan riil masyarakat. Pengajaran akademik, pembinaan Al-Qur’an, kultum, kerja bakti, penyuluhan kesehatan lingkungan, pemeriksaan kesehatan gratis, tabligh akbar, hingga penghijauan kawasan rawan longsor menjadi rangkaian kegiatan yang menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Cibunian yang berada di lereng Gunung Salak dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana longsor sehingga membutuhkan perhatian bersama. Melalui aksi penanaman pohon bersama IKAQ Jabodetabek dan Fatayat NU Kabupaten Bogor, mahasiswa PAI UNJ menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam tentang amanah sebagai khalifah di muka bumi. Menanam pohon menjadi simbol harapan sekaligus investasi bagi keselamatan generasi mendatang.
Kepedulian terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang mendapat sambutan hangat dari warga Desa Cibunian. Selain membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh yang diberikan oleh Allah SWT.
Tidak berhenti pada isu kesehatan dan lingkungan, mahasiswa juga menginisiasi Tabligh Akbar bertema “Bijak Bermedia, Kuatkan Iman.” Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk membangun literasi digital yang sehat di tengah derasnya arus informasi. Pesan keagamaan tidak hanya diarahkan pada penguatan ibadah personal, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat yang bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Bagi mahasiswa PAI UNJ, pengabdian ini merupakan ruang belajar yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan mengajar, tetapi juga belajar memimpin, bekerja sama, berkomunikasi dengan masyarakat, menyelesaikan persoalan di lapangan, serta mengintegrasikan ilmu keislaman dengan aksi sosial. Inilah proses pembentukan calon pendidik agama Islam yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kepekaan sosial.
Program “Aksi Nusa (Aksi Nyata untuk Sesama)” dirancang untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, inovatif, peduli terhadap masyarakat, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.
Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemeriksaan kesehatan gratis mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being), kegiatan pembelajaran dan pendidikan Al-Qur’an memperkuat SDG 4 (Quality Education), penghijauan kawasan rawan longsor menjadi implementasi SDG 13 (Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land), sedangkan kolaborasi antara UNJ, IKAQ Jabodetabek, Fatayat NU, dan masyarakat Desa Cibunian mencerminkan praktik baik SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa PAI UNJ tidak hanya dipersiapkan menjadi pendidik agama yang kompeten di ruang kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Dakwah yang mereka bawa diwujudkan dalam tindakan nyata: menanam pohon untuk bumi, melayani kesehatan warga, mendidik anak-anak, memperkuat literasi digital, dan membangun kolaborasi lintas lembaga demi kemaslahatan bersama.
Melalui semangat kebersamaan 99 mahasiswa yang dipimpin Muhammad Dzakirwan Rais dan didampingi Dr. Khairil Ikhsan, M.A., Program Studi Pendidikan Agama Islam FISH UNJ kembali menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga insan yang berkarakter, peduli terhadap sesama, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat.




