Menggema Harmoni di Plaza UNJ: Tari Ratoh Jaroe Mahasiswi PAI Warnai UNJ Expo Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Jakarta

Tepuk tangan meriah menggema di Plaza Universitas Negeri Jakarta ketika delapan belas mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNJ menutup setiap hentakan gerak Tari Ratoh Jaroe dengan penuh kekompakan dan energi. Dipimpin oleh Dhiya Syakiraa sebagai ketua tim, penampilan tersebut menjadi salah satu sajian yang memukau dalam UNJ Expo 2026, rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Negeri Jakarta ke-62, yang diselenggarakan pada Rabu, 17 Juni 2026. Penampilan Tari Ratoh Jaroe dari PAI FISH UNJ dijadwalkan pada pukul 10.20–10.30 WIB di Plaza UNJ sebagai bagian dari panggung seni UNJ Expo.

UNJ Expo merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh fakultas untuk menampilkan karya, inovasi, kreativitas, serta potensi terbaik sivitas akademika. Di tengah beragam pertunjukan seni, inovasi, dan kreativitas mahasiswa, kehadiran mahasiswi PAI UNJ melalui Tari Ratoh Jaroe memberikan warna tersendiri dengan menghadirkan perpaduan harmonis antara warisan budaya Nusantara dan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam.

18 mahasiswi Prodi PAI UNJ menampilkan tarian yang sarat makna. Kekompakan gerakan, ketepatan ritme, dan keselarasan ekspresi yang ditampilkan bukanlah sesuatu yang muncul secara instan. Seluruh penampilan merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin yang tinggi, serta komitmen untuk saling mendukung demi menghadirkan pertunjukan terbaik bagi Universitas Negeri Jakarta.

Bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam, proses tersebut memiliki nilai pendidikan yang jauh lebih penting daripada sekadar penampilan di atas panggung. Mahasiswa belajar menghargai waktu, membangun komunikasi, mengendalikan ego, serta menyelaraskan kemampuan individu demi mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari karakter yang terus ditanamkan kepada calon pendidik Islam.

Tari Ratoh Jaroe sendiri memiliki filosofi yang sangat dekat dengan ajaran Islam. Gerakan yang dilakukan secara serempak menggambarkan pentingnya ukhuwah, disiplin, amanah, dan kerja sama (ta’awun). Tidak ada satu penari pun yang dapat menonjol sendiri; keindahan justru lahir ketika seluruh anggota bergerak dalam irama yang sama. Filosofi ini menjadi cerminan bahwa keberhasilan sebuah komunitas dibangun melalui kebersamaan, saling percaya, dan kesediaan menghargai peran setiap individu.

Melalui penampilan tersebut, mahasiswi PAI UNJ juga menunjukkan bahwa Islam dan budaya bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, budaya lokal dapat menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, memperkuat identitas kebangsaan, serta membangun semangat persatuan. Kehadiran Tari Ratoh Jaroe di panggung Dies Natalis menjadi pesan bahwa Pendidikan Agama Islam mampu merawat tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas generasi muda.

Partisipasi Prodi PAI dalam UNJ Expo juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Pendidikan Agama Islam UNJ kepada sivitas akademika dan masyarakat luas. Tidak hanya dikenal melalui prestasi akademik, Prodi PAI menunjukkan bahwa mahasiswanya aktif berkarya, mencintai budaya, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan universitas. Dengan demikian, UNJ Expo menjadi media silaturahmi sekaligus etalase yang menampilkan dinamika organisasi dan pembinaan kemahasiswaan di Prodi PAI.

Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, seni merupakan bagian dari ikhtiar untuk membangun manusia yang utuh. Seni mengasah rasa, memperhalus akhlak, menumbuhkan empati, dan memperkuat kemampuan kerja sama. Ketika seni dipadukan dengan nilai-nilai Islam, lahirlah ruang pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk karakter dan kepekaan sosial.

Penampilan mahasiswi PAI UNJ pada UNJ Expo Dies Natalis ke-62 juga menjadi kontribusi nyata bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan potensi mahasiswa secara holistik, mencakup aspek akademik, kepemimpinan, kreativitas, dan kolaborasi. Pelestarian Tari Ratoh Jaroe sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara sejalan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) yang mendorong pelestarian warisan budaya. Sementara itu, semangat persatuan, kerja sama, dan saling menghargai yang tercermin dalam setiap gerakan tarian mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan budaya damai, inklusivitas, dan kehidupan kampus yang harmonis.

Momentum Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Jakarta melalui UNJ Expo kembali menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga insan yang mampu menjaga budaya, membangun kolaborasi, dan menginspirasi masyarakat. Melalui penampilan delapan belas mahasiswi yang bergerak dalam satu irama, Program Studi Pendidikan Agama Islam UNJ memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada kemampuan individu, melainkan pada kebersamaan yang dibangun atas dasar disiplin, kepercayaan, dan nilai-nilai Islam.

Di atas panggung Plaza UNJ, mereka tidak hanya menampilkan tarian. Mereka mempersembahkan wajah Pendidikan Agama Islam yang moderat, berbudaya, kolaboratif, dan siap menjadi bagian dari pembangunan peradaban Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Company

About Us

FAQs

Contact Us

Terms & Conditions

Privacy Policy

Features

Copyright Notice

Mailing List

Social Media Links

Help Center

Products

Sitemap

New Releases

Best Sellers

Newsletter

Contact us

Mailing

Privacy Policy

Mailing List

© 2025 Islamic Education Study Program