
Jakarta, November 2025 – Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (PPKN FISH UNJ) angkatan 2024 melaksanakan kegiatan kunjungan dan observasi ke beberapa lembaga pemasyarakatan pada 5–7 November 2025. Kunjungan ini dilakukan ke Lapas Salemba serta dua lapas yang berada di kawasan Pulau Nusakambangan, yaitu Lapas Kembang Kuning dan Lapas Permisan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai sistem pemasyarakatan di Indonesia. Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung kondisi serta dinamika kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan. Observasi tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai aspek pengelolaan lapas.
Kunjungan ini merupakan bagian dari proyek mata kuliah Hukum Pidana, Acara Pidana, dan Kriminologi. Fokus utama kegiatan ini terletak pada kajian penologi, yaitu cabang ilmu yang mempelajari tentang sistem pemidanaan dan pelaksanaan hukuman. Dalam perkuliahan di kelas, mahasiswa mempelajari berbagai konsep mengenai tujuan pemidanaan dan sistem pembinaan narapidana. Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep-konsep tersebut diterapkan dalam praktik. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk membandingkan antara teori yang dipelajari dengan realitas di lapangan. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem hukum pidana.
Sebanyak 142 mahasiswa PPKN angkatan 2024 turut serta dalam kegiatan kunjungan ini. Rombongan mahasiswa didampingi oleh sejumlah dosen pengampu mata kuliah yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Para dosen yang mendampingi kegiatan ini antara lain Dwi Afrimetty Timoera, M.H., serta Dr. Sanusi, M.H. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh pendamping tambahan yaitu Aditya Affandi, S.Pd. Dalam pelaksanaannya, para dosen didukung oleh enam mentor yang turut membantu mengoordinasikan kegiatan mahasiswa selama kunjungan berlangsung. Kehadiran para pendamping ini memastikan kegiatan akademik berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.



Selama berada di lembaga pemasyarakatan, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan observasi dan pengumpulan data. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah melakukan mini riset terkait sistem pemasyarakatan. Mahasiswa mengamati langsung berbagai fasilitas serta aktivitas pembinaan yang berlangsung di dalam lapas. Selain itu, mereka juga mempelajari bagaimana mekanisme pengelolaan lembaga pemasyarakatan dilakukan oleh para petugas. Observasi ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana lembaga pemasyarakatan menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaan. Pengalaman ini menjadi sumber pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami praktik sistem pemidanaan.
Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berdialog dan melakukan wawancara dengan warga binaan. Kegiatan wawancara ini bertujuan untuk menggali pengalaman para warga binaan selama menjalani masa pidana. Beberapa warga binaan menceritakan latar belakang kasus yang mereka alami serta proses adaptasi yang mereka jalani di dalam lapas. Dari percakapan tersebut, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi seseorang melakukan tindak pidana. Perspektif ini menjadi bahan refleksi penting dalam kajian kriminologi. Interaksi tersebut juga membantu mahasiswa memahami sisi kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan.
Selain melakukan wawancara dengan warga binaan, mahasiswa juga berdiskusi dengan petugas lembaga pemasyarakatan. Petugas memberikan penjelasan mengenai sistem keamanan, proses administrasi, serta program pembinaan yang diterapkan di dalam lapas. Mahasiswa memperoleh gambaran mengenai berbagai program pembinaan seperti pelatihan keterampilan, kegiatan keagamaan, dan pembinaan kepribadian. Program-program tersebut bertujuan untuk membantu warga binaan agar siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana. Diskusi ini juga mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengelola lembaga pemasyarakatan. Informasi tersebut memberikan wawasan tambahan bagi mahasiswa mengenai kompleksitas sistem pemasyarakatan di Indonesia.


